Serang, NusantaraBaruNews.com —
Dugaan kasus pemerasan oleh oknum pejabat utama (PJU) di lingkungan Polres Serang terhadap pihak PT Nikomas Gemilang mencuat ke permukaan. Informasi tersebut diungkapkan oleh AG, selaku bagian legal perusahaan PT Nikomas Gemilang, dalam sebuah pertemuan bersama sejumlah awak media di salah satu rumah makan di wilayah Kragilan, pada 08 Desember 2025.
Menurut AG, dugaan pemerasan itu berkaitan dengan persoalan pungutan liar dan proses perekrutan tenaga kerja di lingkungan perusahaan PT Nikomas Gemilang. Ia menyebut, uang sebesar Rp 650 juta diserahkan oleh salah satu staf humas berinisial D kepada Kanit (kepala unit) salah satu satuan di Polres Serang yang disebut-sebut sebagai utusan dari seorang oknum perwira berinisial CS, yang menjabat sebagai salah satu PJU di Polres Serang pada saat itu.
“Uang tersebut diserahkan langsung oleh D kepada Kanit yang katanya diutus oleh CS,” ungkap AG di hadapan media.
Saat awak media mencoba mengonfirmasi dugaan tersebut kepada CS, yang bersangkutan memilih untuk tidak memberikan komentar. Sikap bungkam ini kemudian menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagian kalangan menilai, dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik seperti ini dapat menjadi alasan mengapa perusahaan besar seperti PT Nikomas Gemilang dinilai “lancar” dalam menjalankan sejumlah aktivitas yang diduga melanggar ketentuan hukum, khususnya terkait perekrutan dan pungutan tidak resmi.
Pengamat hukum dan pemerhati kebijakan publik pun menyerukan agar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo segera turun tangan. Langkah tegas dinilai perlu dilakukan untuk memastikan institusi Polri tetap bersih dan profesional.
“Kapolri harus memastikan tidak ada ruang bagi praktik penyalahgunaan wewenang. Bila benar ada oknum yang terlibat, harus ditindak tegas agar tidak mencoreng nama institusi,” ujar salah satu pengamat hukum nasional.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat perhatian serius dari pimpinan Polri. Masyarakat menanti kejelasan proses hukum yang transparan dan berkeadilan, demi menjaga marwah kepolisian dan memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
Nusantara Baru News akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan berupaya mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang.




