Masuk
Nusantara Baru NewsNusantara Baru NewsNusantara Baru News
Font ResizerAa
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Teknologi
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Opini
Font ResizerAa
Nusantara Baru NewsNusantara Baru News
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Teknologi
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Opini
Search
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Teknologi
  • Politik
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Opini
Punya akun? Masuk
Follow US
© 2024 Nusantara Baru News. Designed by dezainin.com
Opini

Oligarki Dalam Pandangan Pancasila

Redaksi NBN
4 Juli 2025
Bagikan
Bagikan

Negara kita adalah sebuah negara yang memiliki Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila juga merupakan ideologi negara yang menjadi landasan filosofis dan normatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing memiliki makna dan nilai penting dalam mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia. Namun dalam kenyataanya Pancasila mengalami beberapa tantangan dan pertentangan salah satunya adalah oligarki yang mulai dirasakan oleh rakyat Indonesia saat ini.

Oligarki adalah bentuk pemerintahan di mana kekuasaan politik dan ekonomi dikendalikan oleh sekelompok kecil individu atau golongan elit. Istilah “oligarki” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu “oligos” yang berarti “sedikit” dan “arkhein” yang berarti “memerintah”.

Dalam konteks modern, oligarki sering merujuk pada penguasaan oleh sekelompok kecil orang atau entitas yang memiliki kekuatan signifikan atas sumber daya, ekonomi, dan kebijakan negara.Oligarki bertentangan dengan sila Kedua Pancasila yaitu  Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Bahwa kemanusiaan hanya mungkin tegak berdiri di atas keadilan dan keadaban. Tetapi faktanya kemanusiaan yang adil dan beradab itu baru sebatas wacana.

Kaum oligarki  telah memperlihatkan praktek yang sebenarnya. Mereka diantaranya telah memperlihatkan bagaimana caranya mendistribusikan sumber daya ekonomi secara  tidak adil dan tidak merata. maka tanpa keadilan dan keadaban, kemanusiaan hanya tinggal jargon dan utopia belaka. Oligarki juga bertentangan dengan sila Ketiga Pancasila , “Persatuan Indonesia” karena perilaku kaum oligarki mementingkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Mereka bersatu bukan untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia tapi kepentingan kaumnya.

Setelah bangsa Indonesia Bersatu untuk mengusir penjajah, maka makna persatuan setelah itu adalah persatuan segenap manusia Indonesia untuk mengikis kemiskinan dan ketimpangan sosial yang ada.  Oligarki bertentangan dengan sila  Kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena pemerintahan oligarki yang berkuasa sekarang terbukti belum mampu mengatasi  ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi yang terjadi dimana mana.

Kemiskinan meluas dari desa hingga ke kota. Bahkan konon kabarnya ada satu persen orang terkaya di Indonesia masih menguasai 46 persen kekayaan Indonesia.

Mereka menguasai modal, sumber daya alam, dan mengatur jalannya kebijakan negara yang merugikan rakyat dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Mereka memonopoli penegakan hukum sehingga penegakan hukum hanya menyasar pihak pihak tertentu saja yang bukan kelompoknya. Meskipun jelas jelas oligarki bertentangan dengan Pancasila namun sampai saati ini masih diamalkan sebagai bagian dari praktek berbangsa dan bernegara.

Keberadaannya dianggap biasa biasa saja pada hal sangat merugikan kepentingan bersama rakyat Indonesia. Yang dijadikan musuh justru ancaman yang direka reka seperti paham khilafah beserta elemen pendukungnya Oleh karena itu penguatan masyarakat sipil yang sadar politik sangat penting untuk ditumbuhkan eksistensinya.

Saat ini dalam kondisi ketika hampir semua partai suda masuk kedalam jajaran pemerintahan, maka melalui penguatan masyarakat sipil adalah sebuah keharusan supaya ada kelompok masyarakat kritis sebagai penyeimbang kekuatan mereka yang kini berkuasa. Hanya dengan keterlibatan masyarakat sipil dalam politik sajalah perlawanan atas oligarki dan elitisme akan tetap bisa dijaga.

Penulis : Mian

Berita Terkait

Cilowong Menanggung Bau, Tangsel Menikmati Bersih: Menakar Keadilan Pengelolaan Sampah Lintas Daerah
Plh Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi H : Pembangunan Harus Dituntun Nilai-nilai Pancasila
Budaya Daerah Dalam Perspektif Sosial dan Politik “Baduy Punya Banten”
TAGGED:elite politikOligarkiPancasilapemerintahan
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link

Terkini

Peringati HUT Ke-12, Jamkrida Banten Diminta Beri Manfaat Nyata untuk Masyarakat
24 September 2026
Pemprov Banten Antarkan Pemakaman Surakman Korban Hilang di Selat Sunda
24 September 2026
Kolaborasi Pemprov Banten, Polri, dan Industri Buka Jalan Generasi Muda Tembus Dunia Kerja
24 September 2026
Gubernur Andra Soni Tingkatkan Kualitas Kawasan Pemukiman Menjadi Lebih Layak dan Sehat
24 September 2026
Menaker: Data TKA Bisa Jadi Acuan Penyiapan Tenaga Kerja Indonesia
24 September 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
banner
Buat Website Menakjubkan untuk Bisnismu
Temukan beragam opsi tata letak yang indah dan mudah digunakan.
Buat Sekarang
Nusantara Baru News
Memberitakan dengan tajam, aktual, terpercaya!
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Media Partner
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Hukum
  • Internasional
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Teknologi
© 2024 Nusantara Baru News. Designed by dezainin.com
Selamat Datang!

Silakan Login